 |
| Penampilan tari saman dari mahasiswa jurusan Biologi di acara Biofest (03/12)/ HIKMAH |
Nuansa Kampus, Semarang - Himpunan
Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Diponegoro mengadakan “Biology Festival
2016. Agenda tahunan dari jurusan Biologi Undip selama 4 tahun terakhir ini
diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu malam (3/12). Acara
ini merupakan puncak dari beberapa rangkaian acara sebelumnya seperti biologi
mengabdi dan talk show lingkungan.
Biofest
2016 mengangkat tema Metamorfusion yang
berarti metamorfosis atau perkembangan dari biofest
tahun-tahun sebelumnya. “Jadi tujuan acara ini sebenarnya itu menampung minat
dan bakat mahasiswa biologi di bidang musik dan tari, tapi kita pengen out juga, pengen keluar dari biologi.
Kan sebelum-sebelumnya itu hanya intern
biologi nah seiring dengan perkembangannya itu kita pengennya out, jadi selain kita ada seni musik dan
seni tari dari biologi kita juga ada Guest Star,” ujar Hamid Safrijal, ketua panitia Biofest 2016.
Meskipun
sempat diguyur hujan gerimis tidak menyurutkan antusiasme pengunjung untuk
menikmati Biofest 2016. Seni tari tradisional seperti Saman dan Yospan turut
memeriahkan acara ini. Biofest kali ini ditutup dengan penampilan Gues Star yang sudah dinantikan
pengunjung yaitu Pingkel Standing dan
Aimee.
Diharapkan
melalui acara ini mahasiswa jurusan biologi Undip dapat mengembangkan minat dan
bakat mereka khususnya di bidang seni tari dan seni musik.
NURUL HIKMAH
 |
| Penyerahan doorprize kepada warga Desa Sendangguwo oleh dua tokoh Cosplay Wayang, Sabtu (3/12/2016)/ Foto: Ilvani |
NuansaKampus,
Semarang- Srawung merupakan sebuah rangkaian acara yang
diselanggarakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ankatan 2014, Faultas
Ilmu Budaya (FIB), Universita Diponegoro (Undip) yang melibatkan Karang Taruna
“Tunas Muda”. Kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Pertunjukan dan Kesenian diselenggarakan pada hari Sabtu (3/12) di
Desa Sendangguwo RT.06/ RW.04, Tembalang, Semarang. Dalam acara yang dibuat
tersebut, mahasiswa dituntut untuk bisa membuat sebuah acara dan memanajemen
acara dengan baik. Nama Srawung sendiri diambil karena memiliki makna dan
harapan membentuk silaturahmi tidak hanya dengan sesama mahasiswa, tapi juga
dapat berinteraksi langsung dengan para warga.
“ karena dari awalnya itu
kita pingin yang simpel terus lama-kelamaan, kita rapat-rapat, diskusi, kita
mau buat acara apa, dan jatuhlah kita kewarga, sasaran utamanya adalah warga.
Nah karena sasaran utamanya adalah warga nama yang pas adalah Srawung. Kenapa?
Karena srawung itukan Silaturahmi. Jadi mahasiswa itu gak melulu untuk
mahasiswa tapi juga untuk masyarakat,"ungkap Dedi Hartanto, ketua Panitia
Srawung.
Yang membedakan dengan
tahun-tahun sebelumnya, ditahun ini mahasiswa Sastra Indonesia mampu melakukan
kerjasama langsung bersama parapemuda desa Sendangguwo. Acara yang dimulai pada
pukul 18.30 WIB, menampilkan beberapa kesenian tradisional dan modern yang berkolaborasi
antara mahasiswa FIB dan Karang Taruna “Tunas Muda”, terdiri dari; Tari Saman,
Tari Tradisional, Bisa Jadi, Panemboro, Temon Holic, Drama Komedi, dan
musikalisasi Puisi. Selain acara ini tersebu, terdapat hiburan lain sepertii
Cosply Wayang, Galeri seni, dan Stand makanan untuk para pengunjung yang
sekedar ingin berfoto atau makan sembari menonton penampilan yang sangat
menghibur.
 |
| Salah satu penampilan tari tradisonal Saman perwakilan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Undip/ Foto: Ilvani |
“ acaranya bagus,
menghibur banget mba, saya kesini sama anak-anak saya tiga ini mba. Soalnya ini
baru pertama kali karang tarunanya kerjasama sama mahasiswa dari Undip," ujar
Dian pengunjung Srawung
Ilvani Fylandita Vristiandani
 |
Penampilan Beatlemania Semarang, salah satu pengisi
acara Sakutala 2016, Jumat (03/12/2016)/Foto:Riani.
|
NuansaKampus, Semarang – Saku Tala adalah sebuah komunitas musik yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Dalam mencanangkan program kerja tahunannya, Saku Tala kembali mengadakan
mini konser yang bertajuk “Kompilasi Musik Lokal” di Clapper Movie
Cafe, Jumat (02/12). Berbeda dari tahun sebelumya, konser mini Saku Tala kali
ini menjadi wadah berbagai karya komunitas musik lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap komunitas musik
lokal di Semarang.
“Tujuan kita di sini
sendiri lebih menekankan kepada apresiasi komunitas musik di Semarang, yaitu
dengan mengadakan suatu acara untuk mempresentasikan hasil karya mereka di
acara kita ini, dan semoga kedepannya juga biar
mini konser bisa lebih besar lagi acaranya dan komunitas lebih banyak yang
masuk,"NuansaKampus, Semarang – Sakutala adalah sebuah komunitas musik yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Dalam mencanangkan program kerja tahunannya, Sakutala kembali mengadakan mini konser kali ke dua yang bertajuk “Kompilasi Musik Lokal” di Clapper Movie Cafe, Jumat (02/12). terang Putra Adi, ketua panitia mini konser Saku Tala.
Penampilan apik komunitas musik lokal Semarang seperti AbsurdNation,
The Black Mojo, Commusician, Steping
Stone, Rubber Heat dan Beatlemania
Semarang dengan tema dan aliran
musik mulai dari rock, jazz, pop alternative dan musik-musik trendi lainnya membuat mini konser Sakutala
inipun sukses menarik perhatian pengunjung yang hadir.
“Keren acaranya, salah
satu acara positif buat ngisi waktu luang mahasiswa.. bikin terus aja (mini konser), dan lebih besar jangkauannya. Biar anak muda sekarang dapat mengisi
waktu dengan kegiatan-kegiatan positif," seru Debora, salah satu penonton.
TRI FAJARIANI FAUZIA
Nuansa Kampus, Semarang
– Sambal, siapa sih yang tak kenal
sambal? Olahan cabai dengan
cita rasa pedas ini kerap menjadi
pelengkap aneka menu masakan nusantara. Nah Sahabat
Kampus, bagi kalian yang menyukai sambal, ada Festival Makanan Aneka Sambal nih di
Pasar Raya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang. Festival makanan ini diadakan dari tanggal 29
November sampai 4 Desember 2016, pukul 09.00 – 21.00 WIB.
Festival
makanan aneka sambal ini merupakan rangkaian kegiatan Komunitas Kuliner
Semarang 2016 yang bertujuan untuk menghidupkan
kemandirian lokal. Pengisi festival makanan
ini merupakan anggota Komunitas Kuliner Semarang, yang terdiri dari
pengusaha-pengusaha lokal, dan juga ada beberapa penjual yang tidak berjualan
secara kontinyu (hanya berjualan secara online).
Pemilihan
tema dalam setiap festival makanan diambil secara tematik, dan kali ini dipilih
tema “Aneka Sambal” dengan
tujuan agar masyarakat tahu, bahwa masyarakat Semarang pun bisa membuat sambal
yang aneh-aneh, yang bahkan tidak biasa kita dengar, seperti sambal mangga
muda, sambal Lampung, dan sebagainya.
“Kita
akan selalu bikin beberapa festival tematik, dan mungkin kedepannya akan
membuat tematik lainnya, seperti ikan dan sebagainya.” Menurut Firdaus, Panitia
Fesival Makanan Aneka Sambal.
Namun,
bagi Sahabat Kampus yang tidak menyukai sambal, kalian bisa mencoba berbagai
olahan makanan lain, seperti bikang, kue cubit, pizza dan berbagai olahan
menarik lainnya, karena 60% makanan yang dijual adalah makanan dengan olahan
pedas, dan sisanya sebesar 40% berupa makanan pendamping.
“Buat
yang suka makanan pedas mungkin ini menjadi momen yang pas untuk berkuliner.”
Kata Oki, Pengunjung Festival Makanan Aneka Sambal.
Firdaus
berharap kedepannya bisa membangunkan semangat berkuliner, baik dari pengusaha
maupun penikmat kuliner semarang, sehingga wawasan perkulineran para pecinta
kuliner dan kreatifitas pengusaha kuliner bertambah.
Annisa Jehan Wildianna
 |
| Penampilan JIBAKU, orkestra musik keroncong asal Semarang/ Nurul Hikmah |
NuansaKampus,
Semarang – Masih
dalam rangka memperingati Hari
Pahlawan yang jatuh pada 10 November lalu Media Indonesia bekerja sama dengan
Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia mengadakan Keroncong Generasi 2016
yang bertemakan Senandung untuk Pahlawan
di halaman Balaikota Semarang Minggu lalu. Acara ini dilatarbelakangi karena
kurangnya minat anak muda untuk melestarikan musik keroncong sebagai salah satu
music asli Indonesia.
Keroncong
Generasi di Semarang ini bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan
budaya, promosi wisata kota Semarang, bela Negara, serta untuk mengenang jasa
para pahlawan. Artis lokal maupun ibukota turut memeriahkan acara ini seperti Jibaku (orkestra keroncong dari Semarang), Keroncong Unnes, Ora Guyon, Orkes Congrock 17,
Anji, Fade 2 Black, Lookman Jawaica, dan Budi Bongkar.
Acara
ini harapkan dapat membangun kesadaran anak muda bahwa musik keorncong bukanlah
musik jadul yang hanya di nikmati oleh orang dewasa seperti orang tua maupun
kakek nenek kita. “Terbentuk dan
terbangung kesadaran bagi masyarakat muda, anak muda terutama bahwa kita punya
aset itu dalam bidang seni yang kita harus jaga sama-sama, kita harus
sosialisasikan, kita harus masyarakatkan, supaya di gemari masyarakat” ujar
bapak F. saiful Bachri Head of Marcomm Divisoin.
Selain
itu acara ini di dukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang untuk
mempromosikan wisata di Kota Semarang. So,
nantikan event selanjutnya di Kota Semarang ya Sahabat Kampus!
NURUL HIKMAH
NuansaKampus.com – Semarang,
Ribuan pengunjung Semarang Korea Festival berdesakan saat mengantri tiket
masuk, Sabtu (26/11). Antrian terdiri dari orang tua, anak-anak dan didominasi
oleh remaja putri yang memenuhi
UTC Hotel Semarang.
Dalam
acara Semarang Korea Festival, panitia sempat kewalahan
karena pengunjung saling berdesakan
dan berteriak karena antrian tidak teratur. Acara yang di buka pukul 15.00 WIB
ini menjadi molor hingga antrian
menjadi tenang untuk kemudian tiket dibagikan kembali ke
pada pengunjung yang bersedia antri dengan tertib. Pengunjung telah datang dari
pukul satu siang demi mendapat tiket
gratis on the spot yang jumlahnya
terbatas. Namun karena tidak ada petunjuk yang
jelas dalam antrian,
membuat pengunjung tidak tertib dan saling berdesakan. Salah satu pengunjung pun menyesalkan cara
antrian yang tidak tertib tersebut.
“ saya sebenernya juga gak mau berdesakan
seperti itu, tapi yang datang terakhir main srobot aja dan sebenarnya ini gak baik. Dari awal juga nggak ada
ketentuan antrinya gimana jadi ya wajar kalau
yang belakan main srobot” ungkap Ida,
pengunjung Semarang Korea Festival.
 |
| Pengunjung yang saling berdesakan untuk mendapatkan tiket gratis di acara Semarang Korea Festival 2016 , Sabtu (11/26). |
Meskipun sempat
tersendat dengan antrian yang kurang tertib dan beberapa pengunjung yang tidak kebagian tiket,
acara Semarang Korea Festival tetap berjalan dengan baik dan meriah. Pengunjung
merasa puas dan senang dengan
diselenggarakannya acara tersebut dan berharap acara yang pertama kali di
adakan di Semarang ini dapat diselenggarakan kembali di tahun depan dengan
kuota pengunjung yang lebih banyak agar tidak ada lagi pengunjung yang kecewa
karena tidak dapat masuk dan antrian yang tidak tertib.
 |
| Penampilan dance kpop yang di padukan dengan gerakan beladiri asal Korea, Taekwondo, Sabtu (11/26) |
“ acara nya rame banget, saya jadi tahu tarian dan
musik tradisional yang dimainkan langsung oleh orang Korea. Semoga tahun depan
diadakan lagi dan bisa berjalan dengan kondusif dan tertib.” Ungkap Hanna
Pengunjung Korea Festival.
ILVANI
FYLANDITA
Tampilan
kontemporer yang ditampilkan di Pandanaran Art Festival/ doc: Nurul Hidayah
Semarang - Pandanaran Art Festival merupakan festival
seni tahunan yang berisi beragam kesenian yang berkembang di Kota Semarang. Acara
ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Semarang. Diselenggarakan di
Jalan Menteri Supeno dengan tiket masuk gratis, pengunjung dapat menikmati beragam
kesenian serta kebudayaan yang di dalamnya menampilkan nuansa kontemporer,
mural, pemeran sketsa, stand hotel dari Kota Semarang serta UMKM (Usaha Mikro
Kecil dan Menengah). Selain itu, dalam Pandanaran Art Festival menampilkan
kebudayaan dari daerah di sekitar Semarang seperti wilayah Demak, Kendal, Kabupaten
Semarang, Salatiga, dan Kabupaten Grobogan.
Penampilan musik dari pelajar Kota
Semarang/ doc: Nurul Hidayah
Acara ini bertujuan agar dapat menampilkan semua potensi Kota Semarang baik
tradisional maupun kontemporer dengan menggencarkan wisata Kota Semarang. Rangkaian
acara mulai dari pentas musik dari pelajar Semarang, penampilan kesenian
tradisional dan kontemporer, pemberangkatan karnaval odong-odong, dan
pengumuman lomba sadar wisata yang diikuti oleh 16 kecamatan di Kota Semarang,
serta ditutup oleh penampilan penyanyi Calvin Jeremy.
“Ya
kalo saya sih, pastinya ada efek untuk pariwisata sendiri ya supaya pariwisata
Semarang bisa terekspos, eventnya juga terekspos, dan secara general potensi
Kota Semarang terekspos.” Ujar Taufan Y D, Kepala Seksi
Pagelaran dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
NURUL HIDAYAH
 |
| Penyerahan simbolis bibit mangrove dari Bapak Isbowo Priyo Haryono selaku General Manager PT. Sunindo Trada kepada Tim Leader Wolfie Agency Ilmu Komunikasi yaitu Bakhita Aida pada Showroom Event Suzuki yang digabung dengan event Nonton Bareng Suzuki AFF CUP 2016 di Kantor Suzuki Pemuda, Sabtu (19/11)/ Foto: doc. |
NuansaKampus, Semarang- Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro baru-baru ini disibukkan dengan tugas Kampanye Public Relations. Dimana setiap kelompok diwajibkan menyusun rancangan strategi Public Relations dengan klien yang real. Dengan memanfaatkan kemampuan public speaking dan skill PR yang baik, salah satu kelompok yaitu Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014 berhasil bekerjasama menjadi PR consultant PT. Sejahtera Sunindo Trada atau yang kita kenal dengan Suzuki Semarang. Mereka menyusun serangkaian kegiatan dengan tema Suzuki Cinta Lingkungan karena bertepatan dengan Hari Pohon.
Serangkaian event yang telah dilaksanakan meliputi "Throw Your Rubish Here" di Car Free Day Simpang Lima, yaitu ajakan untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh tim , lalu tim memberikan stiker gratis dan flyer promo dari Suzuki kepada mereka. Dalam event ini, targetnya adalah orang tua sebagai third-party endorsement. Selain itu, ada event "Test Drive Low Cost Green Car Suzuki and Mini Booth" di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip selama seminggu.
Selain itu tim Wolfie juga mengadakan event "1000 Mangrove untuk Semarang" yang dilaksanakan di Mangrove Edu Park Semarang. Acara ini disponsori oleh Suzuki dengan penyerahan simbolis bibit mangrove dari Bapak Isbowo Priyo Haryono selaku General Manager PT. Sunindo Trada kepada Tim Leader Wolfie Agency Ilmu Komunikasi yaitu Bakhita Aida pada Showroom Event Suzuki yang digabung dengan event Nonton Bareng Suzuki AFF CUP 2016 di Kantor Suzuki Pemuda pada 19 November 2016.
Sebelum melaksanakan serangkaian kegiatan ini, berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh anggota tim Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014 yang terdiri dari 9 orang. Mulai dari riset, pitching klien, penyusunan proposal yang telah dikonsultasikan kepada dosen, survey lokasi dan sebagainya sesuai rancangan yang telah dibuat.
“ Kami melaksanakan tugas Kampanye Public Relations dipandu oleh riset yang harus sesuai target dan tujuan kami. Kami konsultasi dengan dosen, setelah itu saya dan tim pitching dengan Head of Marketingnya , setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya ada MoU dan mulai jalan event yang kita rencanakan. ” tutur Puspita Dea Account Excecutive Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014.
ILVANI FYLANDITA
Suasana pertunjukkan tari Saman pada acara Semsatek 2016 / Doc: Nurul Hidayah
NuansaKampus, Semarang – Semarak satu teknik atau yang disingkat Semsatek 2016 merupakan
acara tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Teknik Universitas Diponegoro. Dalam acara tersebut, berisi riset ekspo dari 19
jurusan, pertunjukkan tari tradisional dan modern, teater, penghargaan himpunan
terbaik, dan penghargaan Undip Games.
Dalam riset ekspo, dipamerkan hasil karya-karya mahasiswa
seperti jurusan Teknik Sipil yang membuat jembatan, jurusan Teknik Mesin dengan
mobil yang dibuat oleh Tim Antawirya, kemudian pengunjung bebas memberikan
pilihan pada masing-masing karya yang dipamerkan, untuk mendapatkan kategori
ekspo terbaik pada malam hari. Tak hanya itu, karya-karya yang dipamerkan, dinilai
langsung oleh dosen Fakultas Teknik Undip untuk mendapatkan kategori riset
terbaik.
Acara yang berlangsung di Gedung Prof. Sudarto, SH
Tembalang Semarang ini, dihadiri oleh lebih dari 1000 orang dan dibuka untuk
umum mulai pukul empat sore dan berakhir hingga pukul sebelas malam. Acara yang
bertema “Antara Aku, Kamu, dan Indonesisa” ini memiliki tujuan untuk menunjukkan
Indonesia versi mahasiswa teknik Universitas Diponegoro.
“Harapannya untuk
Semsatek 2017 itu lebih disatukan lagi warnanya antara riset ekspo dan
engineering festivalnya di mana dua hal itu berbau dengan ristek dan minta
bakatnya itu berbeda filosofi supaya acara ini menjadi satu arah (lebih
selaras).” Pungkas Ignatius Giovanni, ketua panitia.
Stand Pixy di Roadshow Pixy x Genie Goes To Campus (24/11), di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Tembalang.
Nuansa Kampus - Semarang, Roadshow Genie x Pixy
Goes To Campus merupakan rangkaian event yang diadakan oleh Tabloid Genie dan di
sponsori oleh Pixy yang bekerja sama dengan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro. Event yang bertemakan “Be Stand
Out in Your Career” ini, sebelumnya telah diadakan di beberapa kampus di Solo, Purwokerto, Lampung, Palembang dan
saat ini Semarang, yang nantinya juga akan ada puncak acara yang diadakan di
Universitas Negri Jakarta. Roadshow
ini merupakan rangkaian acara hari pertama yang bertujuan untuk mempromosikan
acara puncak Genie x Pixy Goes To Campus Undip yang diadakan besok Jumat, 25
November 2016, di Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip.
“Event ini diadakan
selama dua hari, untuk hari pertama akan diadakan roadshow dibeberapa Fakultas,
dan saat ini roadshow sedang diadakan
di lapangan parkir Fisip Undip dari jam 11 – 4 sore.” Kata Dimas, Tim Markom
Tabloid Genie.
Untuk acara roadshow saat ini, pengunjung akan
diberikan fasiitas street make over, nail
art, diskon 20% untuk pembelian
produk pixy dan skin check gratis, sehingga
pengunjung dapat berkonsultasi secara langsung mengenai masalah kulit wajah. Roadshow
yang diadakan di Fisip ini, bisa dihadiri oleh siapapun dari jurusan maupun
fakultas manapun dan acara ini pun juga gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.
“Harapannya sekitar jam
1 sampai jam 4, temen-temen dari fakultas lain sadar bahwa ada acara ini di Fisip.”
Kata Indra, Ketua Panitia Genie x Pixy Goes To Campus.
Annisa
Jehan Wildianna