Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Jiiva: Pameran Foto Presentasi Jiwa atau Roh Manusia



Foto-foto yang ditampilkan dalam pameran foto bertajuk Jiiva oleh Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa Universitas Diponegoro/ doc: Nurul Hidayah.

SEMARANG - Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa atau PRISMA merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro yang bergerak di bidang fotografi. Baru-baru ini PRISMA mengadakan pameran foto yang bertajuk Jiiva. Jiiva merupakan bahasa sansekerta yang artinya roh dengan maksud masing-masing pameris yang mengambil foto dapat mempresentasikan jiwa dalam foto tersebut. Acara ini merupakan puncak dari akhir kepengurusan PRISMA setiap setahun sekali.

Pada angkatan ke-27 kali ini,  acara diadakan selama lima hari mulai dari tanggal 1-5 Desember 2016 yang bertempat di Gallery 360 di Jalan M.T. Haryono, Semarang dengan agenda launching video pameran Jiiva, pembukaan dari Pembina dan Koordinator Yayasan Widya Mitra, talkshow dari kurator Aji Susanto Anom,  artist talk, dan fokus utama adalah pameran foto.

Foto berjudul Mate karya Kuncoro Galih Gemilang yang menjadikan kekasihnya sebagai model dalam pameran foto tersebut/ doc: Nurul Hidayah.

Dalam pameran foto ini bertujuan untuk proses belajar, berkarya, dan menikmati hasil karya foto bagi pameris maupun pengunjung yang hadir, sehingga diharapkan akan mampu mengetahui proses pengambilan dan pengolahan ide karya seni dalam bentuk foto.

“Harapan ke depannya sih, saya berharap pameran ini terus setiap tahunnya bisa terulang dengan ide-ide yang lebih fresh lagi dan juga kami pribadi dari angkatan 27 semoga bisa menghasilkan karya2 yang lebih bisa memberikan manfaat buat masyarakat luas,” ujar Key ketua panitia Jiiva.

NURUL HIDAYAH

Metamorfosis di Biology Festival 2016



Penampilan tari saman dari mahasiswa jurusan Biologi  di acara Biofest (03/12)/ HIKMAH

Nuansa Kampus, Semarang - Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Diponegoro mengadakan “Biology Festival 2016. Agenda tahunan dari jurusan Biologi Undip selama 4 tahun terakhir ini diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu malam (3/12). Acara ini merupakan puncak dari beberapa rangkaian acara sebelumnya seperti biologi mengabdi dan talk show lingkungan.

Biofest 2016 mengangkat tema Metamorfusion yang berarti metamorfosis atau perkembangan dari biofest tahun-tahun sebelumnya. “Jadi tujuan acara ini sebenarnya itu menampung minat dan bakat mahasiswa biologi di bidang musik dan tari, tapi kita pengen out juga, pengen keluar dari biologi. Kan sebelum-sebelumnya itu hanya intern biologi nah seiring dengan perkembangannya itu kita pengennya out, jadi selain kita ada seni musik dan seni tari dari biologi kita juga ada Guest Star,” ujar Hamid Safrijal, ketua panitia Biofest 2016.

Meskipun sempat diguyur hujan gerimis tidak menyurutkan antusiasme pengunjung untuk menikmati Biofest 2016. Seni tari tradisional seperti Saman dan Yospan turut memeriahkan acara ini. Biofest kali ini ditutup dengan penampilan Gues Star yang sudah dinantikan pengunjung yaitu Pingkel Standing dan Aimee.

Diharapkan melalui acara ini mahasiswa jurusan biologi Undip dapat mengembangkan minat dan bakat mereka khususnya di bidang seni tari dan seni musik.




NURUL HIKMAH 

Srawung: Media Silaturahmi Mahasiswa dengan Warga

Penyerahan doorprize kepada warga Desa Sendangguwo oleh dua tokoh Cosplay  Wayang, Sabtu (3/12/2016)/ Foto: Ilvani
NuansaKampus, Semarang- Srawung merupakan sebuah rangkaian acara yang diselanggarakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ankatan 2014, Faultas Ilmu Budaya  (FIB), Universita Diponegoro (Undip) yang melibatkan Karang Taruna “Tunas Muda”. Kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pertunjukan dan Kesenian diselenggarakan pada hari Sabtu (3/12) di Desa Sendangguwo RT.06/ RW.04, Tembalang, Semarang. Dalam acara yang dibuat tersebut, mahasiswa dituntut untuk bisa membuat sebuah acara dan memanajemen acara dengan baik. Nama Srawung sendiri diambil karena memiliki makna dan harapan membentuk silaturahmi tidak hanya dengan sesama mahasiswa, tapi juga dapat berinteraksi langsung dengan para warga.

“ karena dari awalnya itu kita pingin yang simpel terus lama-kelamaan, kita rapat-rapat, diskusi, kita mau buat acara apa, dan jatuhlah kita kewarga, sasaran utamanya adalah warga. Nah karena sasaran utamanya adalah warga nama yang pas adalah Srawung. Kenapa? Karena srawung itukan Silaturahmi. Jadi mahasiswa itu gak melulu untuk mahasiswa tapi juga untuk masyarakat,"ungkap Dedi Hartanto, ketua Panitia Srawung.

Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya, ditahun ini mahasiswa Sastra Indonesia mampu melakukan kerjasama langsung bersama parapemuda desa Sendangguwo. Acara yang dimulai pada pukul 18.30 WIB, menampilkan beberapa kesenian tradisional dan modern yang berkolaborasi antara mahasiswa FIB dan Karang Taruna “Tunas Muda”, terdiri dari; Tari Saman, Tari Tradisional, Bisa Jadi, Panemboro, Temon Holic, Drama Komedi, dan musikalisasi Puisi. Selain acara ini tersebu, terdapat hiburan lain sepertii Cosply Wayang, Galeri seni, dan Stand makanan untuk para pengunjung yang sekedar ingin berfoto atau makan sembari menonton penampilan yang sangat menghibur.
Salah satu penampilan tari tradisonal Saman perwakilan mahasiswa Fakultas  Ilmu Budaya Undip/ Foto: Ilvani


“ acaranya bagus, menghibur banget mba, saya kesini sama anak-anak saya tiga ini mba. Soalnya ini baru pertama kali karang tarunanya kerjasama sama mahasiswa dari Undip," ujar Dian pengunjung Srawung


Ilvani Fylandita Vristiandani

Mini Konser Saku Tala, Ajang Apresiasi Musik Lokal



Penampilan Beatlemania Semarang, salah satu pengisi acara Sakutala 2016, Jumat (03/12/2016)/Foto:Riani.

NuansaKampus, Semarang – Saku Tala adalah sebuah komunitas musik yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Dalam mencanangkan program kerja tahunannya, Saku Tala kembali mengadakan mini konser yang bertajuk “Kompilasi Musik Lokal” di Clapper Movie Cafe, Jumat (02/12). Berbeda dari tahun sebelumya, konser mini Saku Tala kali ini menjadi wadah berbagai karya komunitas musik lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap komunitas musik lokal di Semarang. 

“Tujuan kita di sini sendiri lebih menekankan kepada apresiasi komunitas musik di Semarang, yaitu dengan mengadakan suatu acara untuk mempresentasikan hasil karya mereka di acara kita ini, dan semoga kedepannya juga biar mini konser bisa lebih besar lagi acaranya dan komunitas lebih banyak yang masuk,"NuansaKampus, Semarang – Sakutala adalah sebuah komunitas musik yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Dalam mencanangkan program kerja tahunannya, Sakutala kembali mengadakan mini konser kali ke dua yang bertajuk “Kompilasi Musik Lokal” di Clapper Movie Cafe, Jumat (02/12). terang Putra Adi, ketua panitia mini konser Saku Tala.

Penampilan apik  komunitas musik lokal Semarang seperti AbsurdNation, The Black Mojo, Commusician,  Steping Stone,  Rubber Heat dan Beatlemania Semarang dengan tema dan aliran musik mulai dari rock, jazz, pop alternative dan musik-musik trendi lainnya  membuat mini konser Sakutala inipun sukses menarik perhatian pengunjung yang hadir.
 
“Keren acaranya, salah satu acara positif buat ngisi waktu luang mahasiswa.. bikin terus aja (mini konser), dan lebih besar jangkauannya. Biar anak muda sekarang dapat mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif," seru Debora, salah satu penonton.



TRI FAJARIANI FAUZIA

Festival Sambal, Yuk Coba Aneka Olahan Super Hot!





Nuansa Kampus, Semarang – Sambal, siapa sih yang tak kenal sambal? Olahan cabai dengan cita rasa pedas ini kerap menjadi pelengkap aneka menu masakan nusantara. Nah Sahabat Kampus, bagi kalian yang menyukai sambal, ada Festival Makanan Aneka Sambal nih di Pasar Raya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang. Festival makanan ini diadakan dari tanggal 29 November sampai 4 Desember 2016, pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Festival makanan aneka sambal ini merupakan rangkaian kegiatan Komunitas Kuliner Semarang 2016 yang bertujuan untuk menghidupkan kemandirian lokal. Pengisi festival makanan ini merupakan anggota Komunitas Kuliner Semarang, yang terdiri dari pengusaha-pengusaha lokal, dan juga ada beberapa penjual yang tidak berjualan secara kontinyu (hanya berjualan secara online).

Pemilihan tema dalam setiap festival makanan diambil secara tematik, dan kali ini dipilih tema “Aneka Sambal” dengan tujuan agar masyarakat tahu, bahwa masyarakat Semarang pun bisa membuat sambal yang aneh-aneh, yang bahkan tidak biasa kita dengar, seperti sambal mangga muda, sambal Lampung, dan sebagainya.

“Kita akan selalu bikin beberapa festival tematik, dan mungkin kedepannya akan membuat tematik lainnya, seperti ikan dan sebagainya.” Menurut Firdaus, Panitia Fesival Makanan Aneka Sambal.

Namun, bagi Sahabat Kampus yang tidak menyukai sambal, kalian bisa mencoba berbagai olahan makanan lain, seperti bikang, kue cubit, pizza dan berbagai olahan menarik lainnya, karena 60% makanan yang dijual adalah makanan dengan olahan pedas, dan sisanya sebesar 40% berupa makanan pendamping.

“Buat yang suka makanan pedas mungkin ini menjadi momen yang pas untuk berkuliner.” Kata Oki, Pengunjung Festival Makanan Aneka Sambal.
Firdaus berharap kedepannya bisa membangunkan semangat berkuliner, baik dari pengusaha maupun penikmat kuliner semarang, sehingga wawasan perkulineran para pecinta kuliner dan kreatifitas pengusaha kuliner bertambah.

Annisa Jehan Wildianna



Keroncong Generasi 2016 : Senandung untuk Pahlawan

Penampilan JIBAKU, orkestra musik keroncong asal Semarang/ Nurul Hikmah

NuansaKampus, Semarang – Masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November lalu Media Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia mengadakan Keroncong Generasi 2016 yang bertemakan Senandung untuk Pahlawan di halaman Balaikota Semarang Minggu lalu. Acara ini dilatarbelakangi karena kurangnya minat anak muda untuk melestarikan musik keroncong sebagai salah satu music asli Indonesia.

Keroncong Generasi di Semarang ini bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan budaya, promosi wisata kota Semarang, bela Negara, serta untuk mengenang jasa para pahlawan. Artis lokal maupun ibukota turut memeriahkan acara ini seperti Jibaku (orkestra keroncong dari Semarang),  Keroncong Unnes, Ora Guyon, Orkes Congrock 17, Anji, Fade 2 Black, Lookman Jawaica, dan Budi Bongkar.

Acara ini harapkan dapat membangun kesadaran anak muda bahwa musik keorncong bukanlah musik jadul yang hanya di nikmati oleh orang dewasa seperti orang tua maupun kakek nenek kita.  “Terbentuk dan terbangung kesadaran bagi masyarakat muda, anak muda terutama bahwa kita punya aset itu dalam bidang seni yang kita harus jaga sama-sama, kita harus sosialisasikan, kita harus masyarakatkan, supaya di gemari masyarakat” ujar bapak F. saiful Bachri Head of Marcomm Divisoin.

Selain itu acara ini di dukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang untuk mempromosikan wisata di Kota Semarang. So, nantikan event selanjutnya di Kota Semarang ya Sahabat Kampus!


NURUL HIKMAH 

Antusiasme Pengunjung Semarang Korea Festival



NuansaKampus.com – Semarang, Ribuan pengunjung Semarang Korea Festival berdesakan saat mengantri tiket masuk, Sabtu (26/11). Antrian terdiri dari orang tua, anak-anak dan didominasi oleh remaja putri yang memenuhi UTC Hotel Semarang.

Dalam acara Semarang Korea Festival, panitia sempat kewalahan karena pengunjung saling berdesakan dan berteriak karena antrian tidak teratur. Acara yang di buka pukul 15.00 WIB ini menjadi molor hingga antrian menjadi tenang untuk kemudian tiket dibagikan kembali ke pada pengunjung yang bersedia antri dengan tertib. Pengunjung telah datang dari pukul satu siang demi mendapat tiket gratis on the spot yang jumlahnya terbatas. Namun karena tidak ada petunjuk yang jelas dalam antrian, membuat pengunjung tidak tertib dan saling berdesakan. Salah satu pengunjung pun menyesalkan cara antrian yang tidak tertib tersebut.

“ saya sebenernya juga gak mau berdesakan seperti itu, tapi yang datang terakhir main srobot aja dan sebenarnya ini gak baik. Dari awal juga nggak ada ketentuan antrinya gimana jadi ya wajar kalau yang belakan main srobot” ungkap Ida, pengunjung Semarang Korea Festival.

Pengunjung yang saling berdesakan untuk mendapatkan tiket gratis di acara Semarang Korea Festival 2016 , Sabtu (11/26). 
Meskipun sempat tersendat dengan antrian yang kurang tertib dan beberapa pengunjung yang tidak kebagian tiket, acara Semarang Korea Festival tetap berjalan dengan baik dan meriah. Pengunjung merasa puas dan senang dengan diselenggarakannya acara tersebut dan berharap acara yang pertama kali di adakan di Semarang ini dapat diselenggarakan kembali di tahun depan dengan kuota pengunjung yang lebih banyak agar tidak ada lagi pengunjung yang kecewa karena tidak dapat masuk dan antrian yang tidak tertib.


Penampilan dance kpop yang di padukan dengan gerakan beladiri asal Korea, Taekwondo, Sabtu (11/26)
“ acara nya rame banget, saya jadi tahu tarian dan musik tradisional yang dimainkan langsung oleh orang Korea. Semoga tahun depan diadakan lagi dan bisa berjalan dengan kondusif dan tertib.” Ungkap Hanna Pengunjung Korea Festival.


ILVANI FYLANDITA



Pandanaran Art Festival : Kolaborasi Pertunjukkan Seni Semarang dan Sekitarnya


Tampilan kontemporer yang ditampilkan di Pandanaran Art Festival/ doc: Nurul Hidayah

Semarang - Pandanaran Art Festival merupakan festival seni tahunan yang berisi beragam kesenian yang berkembang di Kota Semarang. Acara ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Semarang. Diselenggarakan di Jalan Menteri Supeno dengan tiket masuk gratis, pengunjung dapat menikmati beragam kesenian serta kebudayaan yang di dalamnya menampilkan nuansa kontemporer, mural, pemeran sketsa, stand hotel dari Kota Semarang serta UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Selain itu, dalam Pandanaran Art Festival menampilkan kebudayaan dari daerah di sekitar Semarang seperti wilayah Demak, Kendal, Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Kabupaten Grobogan.


Penampilan musik dari pelajar Kota Semarang/ doc: Nurul Hidayah

Acara ini bertujuan agar dapat  menampilkan semua potensi Kota Semarang baik tradisional maupun kontemporer dengan menggencarkan wisata Kota Semarang. Rangkaian acara mulai dari pentas musik dari pelajar Semarang, penampilan kesenian tradisional dan kontemporer, pemberangkatan karnaval odong-odong, dan pengumuman lomba sadar wisata yang diikuti oleh 16 kecamatan di Kota Semarang, serta ditutup oleh penampilan penyanyi Calvin Jeremy.
“Ya kalo saya sih, pastinya ada efek untuk pariwisata sendiri ya supaya pariwisata Semarang bisa terekspos, eventnya juga terekspos, dan secara general potensi Kota Semarang terekspos.” Ujar Taufan Y D, Kepala Seksi Pagelaran dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.


NURUL HIDAYAH

Kampanye Public Relation, Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

Penyerahan simbolis bibit mangrove dari Bapak Isbowo Priyo Haryono selaku General Manager PT. Sunindo Trada kepada Tim Leader Wolfie Agency Ilmu Komunikasi yaitu Bakhita Aida pada Showroom Event Suzuki yang digabung dengan event Nonton Bareng Suzuki AFF CUP 2016 di Kantor Suzuki Pemuda, Sabtu (19/11)/ Foto: doc.

NuansaKampus, Semarang- Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro baru-baru ini disibukkan dengan tugas Kampanye Public Relations. Dimana setiap kelompok diwajibkan menyusun rancangan strategi Public Relations dengan klien yang real. Dengan memanfaatkan kemampuan public speaking dan skill PR yang baik, salah satu kelompok yaitu Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014 berhasil bekerjasama menjadi PR consultant PT. Sejahtera Sunindo Trada atau yang kita kenal dengan Suzuki Semarang. Mereka menyusun serangkaian kegiatan dengan tema Suzuki Cinta Lingkungan karena bertepatan dengan Hari Pohon.

Serangkaian event yang telah dilaksanakan meliputi "Throw Your Rubish Here" di Car Free Day Simpang Lima, yaitu ajakan untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh tim , lalu tim memberikan stiker gratis dan flyer promo dari Suzuki kepada mereka. Dalam event ini,  targetnya adalah orang tua sebagai third-party endorsement. Selain itu, ada event "Test Drive Low Cost Green Car Suzuki and Mini Booth" di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip selama  seminggu. 

Selain itu tim Wolfie juga mengadakan event "1000 Mangrove untuk Semarang" yang dilaksanakan di Mangrove Edu Park Semarang. Acara ini disponsori oleh Suzuki dengan penyerahan simbolis bibit mangrove dari Bapak Isbowo Priyo Haryono selaku General Manager PT. Sunindo Trada kepada Tim Leader Wolfie Agency Ilmu Komunikasi yaitu Bakhita Aida pada Showroom Event Suzuki yang digabung dengan event Nonton Bareng Suzuki AFF CUP 2016 di Kantor Suzuki Pemuda pada 19 November 2016.

Sebelum melaksanakan serangkaian kegiatan ini, berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh anggota tim Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014  yang terdiri dari 9 orang. Mulai dari riset, pitching klien, penyusunan proposal yang telah dikonsultasikan kepada dosen, survey lokasi dan sebagainya sesuai rancangan yang telah dibuat.

“ Kami melaksanakan tugas Kampanye Public Relations dipandu oleh riset yang harus sesuai target dan tujuan kami. Kami konsultasi dengan dosen, setelah itu saya dan tim pitching dengan Head of Marketingnya , setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya ada MoU dan mulai jalan event yang kita rencanakan. ” tutur Puspita Dea Account Excecutive Wolfie Agency Ilmu Komunikasi 2014.

ILVANI FYLANDITA

Semsatek 2016: Antara Aku, Kamu, dan Indonesia

Suasana pertunjukkan tari Saman pada acara Semsatek 2016 / Doc: Nurul Hidayah

NuansaKampus, Semarang – Semarak satu  teknik  atau yang disingkat Semsatek 2016 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Dalam acara tersebut, berisi riset ekspo dari 19 jurusan, pertunjukkan tari tradisional dan modern, teater, penghargaan himpunan terbaik, dan penghargaan Undip Games.
Dalam riset ekspo, dipamerkan hasil karya-karya mahasiswa seperti jurusan Teknik Sipil yang membuat jembatan, jurusan Teknik Mesin dengan mobil yang dibuat oleh Tim Antawirya, kemudian pengunjung bebas memberikan pilihan pada masing-masing karya yang dipamerkan, untuk mendapatkan kategori ekspo terbaik pada malam hari. Tak hanya itu, karya-karya yang dipamerkan, dinilai langsung oleh dosen Fakultas Teknik Undip untuk mendapatkan kategori riset terbaik.
Acara yang berlangsung di Gedung Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang ini, dihadiri oleh lebih dari 1000 orang dan dibuka untuk umum mulai pukul empat sore dan berakhir hingga pukul sebelas malam. Acara yang bertema “Antara Aku, Kamu, dan Indonesisa” ini memiliki tujuan untuk menunjukkan Indonesia versi mahasiswa teknik Universitas Diponegoro.
“Harapannya untuk Semsatek 2017 itu lebih disatukan lagi warnanya antara riset ekspo dan engineering festivalnya di mana dua hal itu berbau dengan ristek dan minta bakatnya itu berbeda filosofi supaya acara ini menjadi satu arah (lebih selaras).” Pungkas Ignatius Giovanni, ketua panitia.


NURUL HIDAYAH

Roadshow Genie x Pixy Goes To Campus : Yuk Skin Check Gratis!

Stand Pixy di Roadshow Pixy x Genie Goes To Campus (24/11), di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Tembalang.


Nuansa Kampus - Semarang, Roadshow Genie x Pixy Goes To Campus merupakan rangkaian event yang diadakan oleh Tabloid Genie dan di sponsori oleh Pixy yang bekerja sama dengan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro. Event yang bertemakan “Be Stand Out in Your Career” ini, sebelumnya telah diadakan di beberapa kampus  di Solo, Purwokerto, Lampung, Palembang dan saat ini Semarang, yang nantinya juga akan ada puncak acara yang diadakan di Universitas Negri Jakarta. Roadshow ini merupakan rangkaian acara hari pertama yang bertujuan untuk mempromosikan acara puncak Genie x Pixy Goes To Campus Undip yang diadakan besok Jumat, 25 November 2016, di Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip.

“Event ini diadakan selama dua hari, untuk hari pertama akan diadakan roadshow dibeberapa Fakultas, dan saat ini roadshow sedang diadakan di lapangan parkir Fisip Undip dari jam 11 – 4 sore.” Kata Dimas, Tim Markom Tabloid Genie.

Untuk acara roadshow saat ini, pengunjung akan diberikan fasiitas street make over, nail art, diskon 20%  untuk pembelian produk pixy dan skin check gratis, sehingga pengunjung dapat berkonsultasi secara langsung mengenai masalah kulit wajah. Roadshow yang diadakan di Fisip ini, bisa dihadiri oleh siapapun dari jurusan maupun fakultas manapun dan acara ini pun juga gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Harapannya sekitar jam 1 sampai jam 4, temen-temen dari fakultas lain sadar bahwa ada acara ini di Fisip.” Kata Indra, Ketua Panitia Genie x Pixy Goes To Campus.

Annisa Jehan Wildianna