Tampilkan postingan dengan label Sahabat Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Asyifa Mahardika, Raih Prestasi hingga ke Negeri China

Foto: Koleksi Pribadi

Ungkapan “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China”, rasanya sangat cocok disandangkan dengan prestasi sahabat inspiratif kita ini.


Asyifa Mahardika atau akrab disapa Syifa, adalah mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Diponegoro yang berhasil memenangkan lomba esai nasional yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk China dan FPCI tahun 2016. Memiliki hobi  membaca dan studi literatur, nyatanya mampu mengantarkan gadis kelahiran Semarang, 17 Agustus 1997 ini menjajaki negeri Tirai Bambu tersebut.

Dalam karyanya, Syifa mengangkat tema Konfusianisme yang mempengaruhi politik luar negeri China. Konfusianisme adalah doktrin nenek moyang China bernama Confucius yang memiliki pengaruh kuat di bidang agama, politik, pendidikan, ekonomi, budaya hingga ke norma dan nilai sosial masyarakat Asia Timur. “Dalam esaiku, aku lebih banyak membahas kenapa China begitu agresif di Asia Tenggara khususnya dan dunia, secara luas. Ternyata perilakunya ini berakar dari pengaruh Konfusianisme ini”, terang gadis yang bercita-cita bekerja di  East-Asean Coorporation ini.

Di tengah kunjungannya ke China, Syifa berkesempatan untuk bertemu dengan sejumlah pejabat luar negeri di Ministry of Foreign Affairs of PRC dan Political Counselor of Asian Department. Bersama-sama dengan 115 jurnalis internasional, ia juga berkesempatan untuk mengikuti berbagai forum diskusi akademis yang diadakan.
Foto: Koleksi Pribadi


Keinginannya untuk bekerja di luar negeri serta memperkaya pengalaman dan relasi dipengaruhi juga oleh sifatnya yang menyukai tantangan. Syifa tidak ingin terus berada di zona nyaman.
“Karena aku gamau stay di Semarang terus. Kuliah, lulus, kerja. Siklus yang kaya gitu membosankan dan ngga menantang. Aku pengen aku sendiri yang nentuin hidupku dan aku nggak suka ada di hidup yang gitu-gitu aja”, ujarnya,



RESTI APRIDA

Yogi Lasril : Hidup untuk Tuhan, Berguna bagi Bangsa, dan Bermanfaat bagi Sesama


Foto: Koleksi Pribadi

Yogi Lasril, atau biasa di panggil Yogi ini, merupakan salah satu mahasiswa muda dan berprestasi yang dimiliki Universitas Diponegoro. Pria kelahiran Tangerang, 6 Mei 1997 ini berhasil membuktikan bahwa segala usaha yang yang dilakukannya tidak pernah sia-sia. Dibuktikan dengan segudang prestasi yang berhasil dicapainya hingga kini, baik di tingkat nasional saja hingga kancah Internasional.

Di semester 5 ini saja sudah segudang prestasi yang berhasil ia raih, antara lain Best Delegates International Society Think Asean Program 2016, Best Presentator Internasional Climate Change Paper Competition 2016,  2nd Winner International Paper Competition 2016, Ketua Ekspedisi Nusantara Jaya Jawa Tengah 2016.

Disamping kesibukan kuliah dan aktif dalam berbagai kegiatan lomba, pria yang memiliki panggilan pena Alfath ini juga tergabung dalam beberapa kegiatan organisasi, diantaranya Kepala Departemen PSDM Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia 2016, Ketua Wilayah Indonesia Youth Team On Climate Change Jawa Tengah 2016, Founder NGO Nusantara Menginspirasi, dan masih banyak lagi kegiatan organisasi yang dia ikuti. Diantara kesibukannya tersebut, ia menuturkan bahwa selama dirinya masih memiliki kesempatan serta fisik yang mendukung, ia akan membagi waktunya dengan memprioritaskan hal yang menyangkut kepentingan orang banyak terlebih dahulu.

“Prinsip hidup, hidup untuk Tuhan, berguna bagi Bangsa dan bermanfaat bagi sesama. Aku selalu yakin yang namanya kita investasi sosial gak pernah rugi. Jadi kalau ikut kegiatan diniatin buat bermanfaat untuk masyarakat dan negara atau almamater Insha Allah gak pernah rugi,” ujar pria kelahiran 19 tahun silam ini.

TRI FAJARIANI FAUZIA



Meriza Lestari : Lomba Itu Seperti Renang, Jangan Takut Air

Meriza saat berada di Universiti Utara Malaysia untuk mengikuti ASEAN University Conference on Public Relations and Communication/ doc: Instagram Meriza Lestari

Lahir di Cimahi, 5 Maret 1995 Meriza Lestari anak ke dua dari empat bersaudara dan merupakan seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro semester akhir ini mempunyai segudang prestasi yang membanggakan. Memiliki hobi menulis dan mendengarkan musik, Meriza kerap kali mengikuti berbagai cabang lomba yang diselenggarakan dari pihak universitas bahkan perusahaan lho, Sahabat.

Pertama kali mengikuti lomba pada semester 2 yakni Public Relations Idol, kemudian berlanjut ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Comminfest, Unilever Future Leader League, juara dua lomba BCA XFest Case Competition 2016 dan baru-baru ini Meriza mengikuti ASEAN University Conference on Public Relations and Communication yang diselenggarakan di EDC Hotels and Resorts Universiti Utara Malaysia pada 18-20 November 2016 lalu.

Selain itu, Meriza merupakan anggota CSC (Communication Study Club) dan Perhumas Muda Semarang. Bagaimanapun juga, Meriza mengaku belum puas sebab dirinya mempunyai target untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri dalam waktu dekat. Menurutnya, mendapat beasiswa ke luar negeri adalah impiannya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kalo lomba yang pasti link jadi nambah, orang-orang yang sebidang banyak, bisa jalan-jalan juga, nanti kalo menang dapet hadiah biasanya aku pakai modal lagi untuk ikut lomba yang lain. Dan biasanya kalo lomba ketemunya kebanyakan pemain lama semua yang udah ikut lomba juga sebelumnya. Untuk saat ini aku masih ngejar TOEFL buat dapet beasiswa ke luar negeri.” Pungkasnya. 

NURUL HIDAYAH




Ahmad Maulana, Yang Muda yang Berprestasi


Ahmad Maulana (21), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro yang telah mengikuti berbagai kompetisi semasa kuliah/ Foto: doc.

Masih muda dan punya segudang prestasi? Tentu bukan hanya sekedar pengharapan. Hal ini yang dibuktikan oleh Ahmad Maulana, seorang mahasiswa semester akhir program studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro ini memiliki pencapaian akademis yang bisa menginspirasi Sahabat Kampus. Pria kelahiran Samarinda, 27 Juli 1995 anak pertama dari empat bersaudara ini mendapatkan berbagai prestasi dari keikutsertaannya pada lomba-lomba yang diselenggarakan universitas lain, mulai dari cakupan nasional bahkan hingga internasional lho, Sahabat.

Ahmad Maulana  yang kerap disapa Maul mengatakan, dirinya selalu mempunyai daftar pencapaian yang digunakan untuk menentukan skala prioritas. Baginya selagi muda, mengasah kemampuan serta memperluas jaringan dan relasi sangat penting untuk dilakukan. Terlebih lagi, pria yang mempunyai hobi traveling ini mengaku tidak malu bekerja paruh waktu di tengah kesibukan kuliah dan lomba, karena baginya bekerja sembari kuliah dapat menambah pengalaman serta mengetahui dunia kerja sesungguhnya setelah lulus dari bangku kuliah kelak.
Ahmad Maulana ketika mengikuti ajang  perlombaan periklanan Ad Star 2016 yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan./ Foto: doc.

Maul yang dikenal ramah ini sering mengikuti perlombaan public relation dan sejenisnya yang diselerenggarakan universitas lain seperti Pekan Komunikasi Universitas Indonesia, PR Fair Universitas Padjajaran, Comminfest Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan baru- baru ini Maul mengikuti ajang perlombaan periklanan Ad Star 2016 yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan.
“Pesanku untuk temen-temen mahasiswa kalo bisa jadi mahasiswa jangan cuma kuliah pulang, karena sayang banget masih muda kalo nggak punya skill apa-apa dan kurang relasi sama dunia luar. Dunia yang sesungguhnya itu setelah kamu lulus kuliah, mau ke mana kamu nanti itu kamu yang tentukan sendiri dari sekarang.”  Tandas Maul.

NURUL HIDAYAH





Bakat Doodleart yang Menguntungkan

Nina, seorang seniman doodleart yang tengah mengerjakan pesanan. Foto: Hikmah
Karya goresan tangan Nina




Berawal dari hobi menggambar, Hayyina Hilal, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro mulai mengembangkan bakatnya untuk berbisnis. Mahasiswa semester 5 yang akrab di sapa Nina oleh teman-temannya ini sejak awal April lalu menekuni bisnisnya yaitu Doodleart,yaitu suatu gaya menggambar dengan cara mencoret, dan terlihat abstract. Dari sinilah Nina mulai mendapatkan puing-puing rupiah dari karyanya sendiri. 

Hingga saat ini Nina tidak mengalami kendala yang cukup berarti dalam menjalankan bisnis maupun kuliah sebagai tanggung jawabnya. Pasalnya selama ia masih bisa membagi waktu antara kuliah dan bisnis keduanya akan terus berjalan beriringan. “Pintar-pintarnya kita bagi waktu, ya. Pertama emang kita harus memfokuskan kuliah dulu kan, harus cepet-cepet kerjain juga. Kalau emang banyak orderan jangan buang-buang waktulah pokoknya waktu buat main itu jaranglah. Tapi sekarang seiring berjalannya waktu bisa bagi waktu antara kuliah dan orderan” ujar Nina saat ditemui dikediamannya sembari mengerjakan orderan dari pemesan.   

Strategi yang dilakukan Nina untuk memasarkan doodlenya yaitu melalui akun instagram karena merupakan salah satu media sosial yang aktif digunakan oleh anak muda maupun orang dewasa. Setiap bingkainya doodle karya Nina dijual dengan harga Rp. 40.000,- untuk ukuran 4R dan Rp 60.000,- untuk ukuran 8R.

Nina berharap dengan bisnis yang ditekuninya saat ini membantunya mandiri secara finansial sehingga mengurangi beban orang tua dan sebagai bekal baginya untuk menuju dunia bisnis yang lebih besar dimasa mendatang. Nah, bagaimana? Apakah sahabat kampus tertarik untuk memulai berbisnis di usia muda seperti teman kita ini?


Cantik dengan Segudang Prestasi





"Kerja keras tidak pernah mengkhianati", begitulah motto hidup gadis cantik kelahiran Semarang 8 april 1996 ini yang telah meraih berbagai prestasi di usianya yang masih belia. 


Hanny Nurmalita atau yang akrab disapa Hanny oleh teman-temannya ini, telah menunjukkan bakatnya di dunia presenting, modelling,  dan public speaking. Hal itu terbukti dari berbagai kegiatan yang saat ini tengah dijalaninya meskipun menyandang sebagai mahasiswa aktif di Universitas Diponegoro Semarang. Dibanjiri dengan segudang aktivitas, ternyata tidak memengaruhi kuliah yang menjadi prioritasnya saat ini. 
“Yang pasti pertama bikin schedule, terus juga di kalender di kamar, jadi besok itu kira-kira apa aja yang harus aku lakukan, aku pagi kan kuliah, kebetulan semester ini kuliahku pagi semua, terus setelah itu jam 12 keatas aku ngurus kegiatanku di luar kerjaan dan kampus, terus malamnya aku baru kerja di radio dan di tv karena biasanya acaraku malam”, begitulah trik yang dilakukan Hanny agar kuliah dan kegiatan lainnya dapat ia dijalankan dengan baik.  


Berbagai prestasi pun telah ia raih, antara lain menjadi finalis Puteri Indonesia 2016, finalis Denok Kenang Kota Semarang 2016, Juara 2 Jogja Fashion Week dan baru-baru ini dinobatkan sebagai Puteri Batik Kampus Jawa Tengah 2016. Kesibukannya di sela-sela kuliahnya diisi dengan mengikuti salah satu organisasi AIESEC di Undip, penyiar radio di radio lokal Semarang, bekerja di salah satu TV nasional, dan bergabung di manajemen Semarang Night Carnival. Menurutnya, harapan dari orang-orang disekitarnya yang berhasil ia wujudkan adalah harapan pula bagi dirnya yang berhasil ia raih. Kebahagiaan orang tua dan keluarga adalah motivasi baginya untuk terus berprestasi. 


Nurul Hikmah