 |
| Foto: Koleksi Pribadi |
Yogi Lasril, atau biasa di panggil Yogi ini, merupakan
salah satu mahasiswa muda dan berprestasi yang dimiliki Universitas Diponegoro. Pria kelahiran Tangerang, 6 Mei 1997 ini berhasil membuktikan bahwa segala
usaha yang yang dilakukannya tidak pernah sia-sia. Dibuktikan dengan segudang
prestasi yang berhasil dicapainya hingga kini, baik di tingkat nasional saja hingga kancah Internasional.
Di semester 5 ini saja sudah segudang prestasi yang berhasil ia raih, antara lain Best Delegates International Society Think Asean Program 2016, Best
Presentator Internasional Climate Change Paper Competition 2016, 2nd Winner International Paper Competition
2016, Ketua Ekspedisi Nusantara Jaya Jawa Tengah 2016.
Disamping kesibukan kuliah dan aktif
dalam berbagai kegiatan
lomba, pria yang memiliki panggilan pena Alfath ini juga tergabung dalam beberapa kegiatan organisasi, diantaranya
Kepala Departemen PSDM Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia 2016, Ketua
Wilayah Indonesia Youth Team On Climate Change Jawa Tengah 2016, Founder NGO
Nusantara Menginspirasi, dan masih banyak lagi kegiatan organisasi yang dia
ikuti. Diantara kesibukannya tersebut, ia menuturkan bahwa selama dirinya masih
memiliki kesempatan serta
fisik yang mendukung, ia akan membagi waktunya dengan memprioritaskan hal yang
menyangkut kepentingan orang banyak terlebih dahulu.
“Prinsip hidup, hidup untuk Tuhan, berguna bagi Bangsa dan bermanfaat bagi sesama.
Aku selalu yakin yang namanya kita investasi sosial gak pernah rugi. Jadi kalau
ikut kegiatan diniatin buat bermanfaat untuk masyarakat dan negara atau
almamater Insha Allah gak pernah rugi,” ujar pria kelahiran 19 tahun silam ini.
TRI FAJARIANI FAUZIA
Meriza saat berada di Universiti Utara Malaysia untuk mengikuti ASEAN University Conference on Public Relations and Communication/ doc: Instagram Meriza Lestari
Lahir di Cimahi, 5 Maret 1995 Meriza Lestari anak ke
dua dari empat bersaudara dan merupakan seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas
Diponegoro semester akhir ini mempunyai segudang prestasi yang membanggakan.
Memiliki hobi menulis dan mendengarkan musik, Meriza kerap kali mengikuti
berbagai cabang lomba yang diselenggarakan dari pihak universitas bahkan
perusahaan lho, Sahabat.
Pertama kali mengikuti lomba pada semester 2 yakni
Public Relations Idol, kemudian berlanjut ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Comminfest,
Unilever Future Leader League, juara dua lomba BCA XFest Case
Competition 2016 dan baru-baru ini Meriza mengikuti ASEAN
University Conference on Public Relations and Communication yang diselenggarakan di EDC Hotels and
Resorts Universiti Utara Malaysia pada 18-20 November 2016 lalu.
Selain itu, Meriza merupakan anggota CSC
(Communication Study Club) dan Perhumas Muda Semarang. Bagaimanapun juga,
Meriza mengaku belum puas sebab dirinya mempunyai target untuk mendapatkan
beasiswa ke luar negeri dalam waktu dekat. Menurutnya, mendapat beasiswa ke
luar negeri adalah impiannya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kalo
lomba yang pasti link jadi nambah, orang-orang yang sebidang banyak, bisa
jalan-jalan juga, nanti kalo menang dapet hadiah biasanya aku pakai modal lagi
untuk ikut lomba yang lain. Dan biasanya kalo lomba ketemunya kebanyakan pemain lama semua yang udah ikut lomba juga sebelumnya. Untuk saat ini aku masih ngejar TOEFL buat dapet
beasiswa ke luar negeri.”
Pungkasnya.
NURUL HIDAYAH
 |
| Ahmad Maulana (21), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro yang telah mengikuti berbagai kompetisi semasa kuliah/ Foto: doc. |
Masih muda dan punya
segudang prestasi? Tentu bukan hanya sekedar pengharapan. Hal ini yang
dibuktikan oleh Ahmad Maulana, seorang mahasiswa semester akhir program studi
Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro ini memiliki pencapaian akademis yang
bisa menginspirasi Sahabat Kampus. Pria kelahiran Samarinda, 27 Juli 1995 anak
pertama dari empat bersaudara ini mendapatkan berbagai prestasi dari
keikutsertaannya pada lomba-lomba yang diselenggarakan universitas lain, mulai
dari cakupan nasional bahkan hingga internasional lho, Sahabat.
Ahmad Maulana yang kerap disapa Maul mengatakan, dirinya
selalu mempunyai daftar pencapaian yang digunakan untuk menentukan skala
prioritas. Baginya selagi muda, mengasah kemampuan serta memperluas jaringan
dan relasi sangat penting untuk dilakukan. Terlebih lagi, pria yang mempunyai
hobi traveling ini mengaku tidak malu
bekerja paruh waktu di tengah kesibukan kuliah dan lomba, karena baginya
bekerja sembari kuliah dapat menambah pengalaman serta mengetahui dunia kerja
sesungguhnya setelah lulus dari bangku kuliah kelak.
 |
| Ahmad Maulana ketika mengikuti ajang perlombaan periklanan Ad Star 2016 yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan./ Foto: doc. |
Maul yang dikenal ramah
ini sering mengikuti perlombaan public
relation dan sejenisnya yang diselerenggarakan universitas lain seperti
Pekan Komunikasi Universitas Indonesia, PR Fair Universitas Padjajaran,
Comminfest Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan baru- baru ini Maul mengikuti
ajang perlombaan periklanan Ad Star 2016 yang diselenggarakan di Busan, Korea
Selatan.
“Pesanku untuk temen-temen mahasiswa kalo bisa jadi mahasiswa jangan cuma
kuliah pulang, karena sayang banget masih muda kalo nggak punya skill apa-apa
dan kurang relasi sama dunia luar. Dunia yang sesungguhnya itu setelah kamu
lulus kuliah, mau ke mana kamu nanti itu kamu yang tentukan sendiri dari
sekarang.” Tandas Maul.
NURUL
HIDAYAH
 |
| Nina, seorang seniman doodleart yang tengah mengerjakan pesanan. Foto: Hikmah |
 |
| Karya goresan tangan Nina |
Berawal dari hobi menggambar, Hayyina Hilal, seorang mahasiswa
Universitas Diponegoro mulai mengembangkan bakatnya untuk berbisnis. Mahasiswa
semester 5 yang akrab di sapa Nina oleh teman-temannya ini sejak awal April
lalu menekuni bisnisnya yaitu Doodleart,yaitu suatu gaya menggambar dengan cara mencoret, dan terlihat abstract. Dari sinilah Nina mulai mendapatkan puing-puing rupiah dari
karyanya sendiri.
 |
|
Hingga saat ini Nina tidak mengalami kendala yang cukup berarti dalam
menjalankan bisnis maupun kuliah sebagai tanggung jawabnya. Pasalnya selama ia
masih bisa membagi waktu antara kuliah dan bisnis keduanya akan terus berjalan
beriringan. “Pintar-pintarnya kita bagi waktu, ya. Pertama emang kita harus memfokuskan kuliah
dulu kan, harus cepet-cepet kerjain juga. Kalau emang banyak orderan jangan
buang-buang waktulah pokoknya waktu buat main itu jaranglah. Tapi sekarang
seiring berjalannya waktu bisa bagi waktu antara kuliah dan orderan” ujar Nina
saat ditemui dikediamannya sembari mengerjakan orderan dari pemesan.
Strategi yang dilakukan Nina untuk
memasarkan doodlenya yaitu melalui akun instagram karena merupakan salah satu
media sosial yang aktif digunakan oleh anak muda maupun orang dewasa. Setiap
bingkainya doodle karya Nina dijual dengan harga Rp. 40.000,- untuk ukuran 4R
dan Rp 60.000,- untuk ukuran 8R.
Nina berharap dengan bisnis yang ditekuninya
saat ini membantunya mandiri secara finansial sehingga mengurangi beban orang
tua dan sebagai bekal baginya untuk menuju dunia bisnis yang lebih besar dimasa
mendatang. Nah, bagaimana? Apakah sahabat kampus tertarik untuk memulai
berbisnis di usia muda seperti teman kita ini?
"Kerja keras tidak pernah mengkhianati", begitulah motto hidup gadis cantik kelahiran Semarang 8 april 1996 ini yang telah meraih berbagai
prestasi di usianya yang masih belia.
Hanny Nurmalita atau yang akrab disapa Hanny oleh teman-temannya
ini, telah menunjukkan bakatnya di dunia presenting, modelling, dan public speaking. Hal itu terbukti dari berbagai kegiatan yang saat ini tengah
dijalaninya meskipun menyandang sebagai mahasiswa aktif di Universitas
Diponegoro Semarang. Dibanjiri dengan segudang aktivitas, ternyata tidak memengaruhi kuliah yang menjadi prioritasnya saat ini.
“Yang pasti pertama bikin schedule,
terus juga di kalender di kamar, jadi besok itu kira-kira apa aja yang harus
aku lakukan, aku pagi kan kuliah, kebetulan semester ini kuliahku pagi semua, terus
setelah itu jam 12 keatas aku ngurus kegiatanku di luar kerjaan dan kampus,
terus malamnya aku baru kerja di radio dan di tv karena biasanya acaraku malam”, begitulah trik yang dilakukan Hanny agar kuliah dan kegiatan lainnya dapat ia
dijalankan dengan baik.

Berbagai prestasi pun telah ia raih, antara lain menjadi finalis
Puteri Indonesia 2016, finalis Denok Kenang Kota Semarang 2016, Juara 2 Jogja
Fashion Week dan baru-baru ini dinobatkan sebagai Puteri Batik Kampus Jawa Tengah 2016. Kesibukannya
di sela-sela kuliahnya diisi dengan mengikuti salah satu organisasi AIESEC di
Undip, penyiar radio di radio lokal Semarang, bekerja di salah satu TV
nasional, dan bergabung di manajemen Semarang Night Carnival. Menurutnya, harapan dari orang-orang disekitarnya yang berhasil ia
wujudkan adalah harapan pula bagi dirnya yang berhasil ia raih. Kebahagiaan orang tua dan keluarga adalah motivasi baginya untuk terus
berprestasi.
Nurul Hikmah