Masih
di Bandungan, jika sebelumnya tim Nuansa Kampus telah mengajak Sahabat Kampus
untuk menikmati kolam renang air pegunungan Umbul Sidomukti, kali ini tim
Nuansa Kampus akan mengajak Sahabat Kampus menikmati indahnya warna-warni bunga
krisan di Setya Aji Flower Farm Bandungan.
Taman bunga krisyan ini buka sekitar
sepuluh bulan terakhir. Meskipun terbilang baru taman ini telah ramai
pengunjung khususnya para remaja sehingga menjadikannya hits di kalangan anak
muda.
Setiya
Aji Flower Farm terletak di Dusun Ngasem Lor, Desa Jetis Bandungan. Untuk
sampai ke taman bunga krisyan ini pengunjung tidak terlalu di hadapan pada
medan yang sulit. Hanya sekitar satu jam perjalanan dari arah Semarang, dan
terdapat plang Setia Aji Flower Farm di kiri jalan sebelum memasuki kawasan
Umbul Sidomukti. Jangan sampai kebablasan ya sahabat Kampus!
Taman
bunga krisyan ini hanya buka sabtu dan minggu saja ya Sahabat Kampus, karena di
kelola oleh seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Semarang di bantu
oleh petani bunga sekitar.
“Pertama
tahu tempat ini dari instagram, terus tanya-tanya itu dimana, terus dikasih
tahu kalau taman bunga yang indah dan bagus itu di daerah Bandungan. Nah
mumpung libur jadi langsung main deh ke tempat yang hits ini” ujar Efi Pujianti salah satu pengunjung
Setiya Aji Flower Farm.
Untuk
tiket masuk pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp. 7.000,- saja loh. Tidak
hanya disuguhkan keindahannya, pengunjung juga dapat memetik sendiri bunga
krisyan sebagai buah tangan. Setiap pohonnya di banderol dengan harga
Rp.2.500,- s/d Rp. 5.000,- yang terdapat sekitar 10 tangkai bunga. Cukup murah
bukan?
Jika
biasanya Sahabat Kampus hanya di suguhkan dengan pena dan kertas materi maupun
ujian, mungkin warna-warni bunga krisyan seperti merah, kuning, jingga, dan
putih dapat menjadikan hari-hari Sahabat Kampus lebih berwana!
NuansaKampus, Semarang - Jika
biasanya kuliner lezat menjadi daya tarik sebuah kafe, lain halnya dengan yang
satu ini. Ya, Opium Cafe namanya. Terletak
di Jalan Tusam Raya Banyumanik, kafe yang mengusung konsep Fine Art Cafe ini justru memanjakan pengunjung dengan interior
artistiknya, mulai dari skecth corner,
lukisan mural, mini library hingga
lab membuat patung. Dekorasi dan berbagai karya seni di Opium Cafe merupakan sentuhan
anggota beberapa komunitas seni Semarang.
“Disini fine
art cafe ya (konsepnya), jadi kita hubungkan dengan seni. Kita buat
dekorasi-dekorasi seseni mungkinlah. Kalau kita bosan ya kita rubah lagi, tapi
bukan konsepnya cuma dekorasinya aja dan tetap berhubungan dengan seni”, ungkap
Suheng, pemilik Opium Cafe yang juga merupakan alumni Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.
Opium Cafe juga menjadi
tempat berkumpulnya komunitas-komunitas di Semarang seperti komunitas seni
budaya, reptil, hingga pecinta alam. Di
Opium Cafe ini para anggota komunitas dapat saling bertukar ilmu dan
pengalaman. Tak hanya itu, kafe ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar
ataupun menunjukkan kreativitasnya di bidang seni rupa dan musik, lho, Sahabat Kampus. Setiap minggunya,
Opium Cafe menggelar “Konser Ngamen” yang diisi oleh band-band indie asal
Semarang.
Nah bagi Sahabat
Kampus yang tertarik menikmati suasana enerjik di kafe nan artistik, yuk mampir ke
Opium Cafe!
Jejeran mobil dan interior bergaya Amerika-Eropa Klasik di Du Cafe Semarang
NuansaKampus, Semarang - Berbicara tentang tempat hangout, kota Semarang memang memiliki
berbagai pilihan menarik. Salah satunya adalah Du Cafe yang menyuguhkan konsep angkringan,
warung kopi dan galeri. Perpaduan konsep
angkringan dan interiornya yang bergaya Amerika-Eropa Klasik membuat kafe yang
terletak di Jl. Durian Raya 21 Banyumanik ini menjadi tempat asik bagi Sahabat
Kampus untuk hangout bersama teman-teman ataupun untuk berfoto.
“Yang pasti kita ada angkringan untuk orang nongkrong, foto,
selfie, kumpul-kumpul. Orang sukanya kan yang klasik-klasik ya kita angkat itu
lah, yang belum ada di Semarang,” ujar Vincent, Manajer Operasional Du Cafe.
Spot-spot menarik untuk berfoto di area Du Cafe
Dengan jargon “Three Themes in One Place” area Du Cafe
terbagi menjadi tiga tema yaitu American 50’s,European Vintage dan Melayu Retro. Untuk
area America 50’s, Sahabat Kampus dapat menemukan berbagai mobil antik dan
motor klasik tahun 90an. Jejeran mobil antik seperti Mini Cooper, Mercy dan
Chevrolet menjadi spot favorit bagi pecinta fotografi.
Pojok angkringan di Du Cafe yang menjual beragam menu tradisional Indonesia
Menu makanan dan minuman yang ditawarkan kafe inipun bervariatif. Mulai dari makanan tradisional Indonesia seperti satai, gorengan dan wedang ronde hingga menu-menu mencanegara dapat Sahabat Kampus coba dengan kisaran harga Rp5rb-30rb saja!
Nah Sahabat Kampus ingin menyantap menu angkringan sambil
menikmati suasana Amerika-Eropa Klasik? Du Cafe jawabannya!
Sebuah desa yang
terletak di kawasan kaki gunung Ungaran, menawarkan pesona alam yang mempesona.
Suasana tenang terlepas dari hiruk pikuk perkotaan menjadi destinasi wisata
bagi pengunjung dari kota-kota besar untuk sejenak melupakan aktivitas di
tempat kerja. Wisata alam Umbul Sidomukti terletak di Desa Sidomukti Kecamatan
Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.
Umbul Sidomukti
menawarkan pesona alam seperti pemandangan, kolam renang alami dari mata air pegunungan,
serta kawasan untuk menguji adrenalin bagi pengunjung seperti flying fox dengan
dua pilihan track, jalur untuk ATV, marine bridge di lembah, jalur trekking,
serta persewaan kuda.
kolam renang dari mata air pegunungan yang berada di Umbul Sidomukti
penyewaan kuda yang dapat di tunggangi pengunjung untuk jalan-jalan berkeliling area Umbul Sidomukti
Tiket masuk Umbul
Sdiomukti dibedakan pada hari biasa dan hari libur. Tiket masuk untuk weekday atau senin-jumat yaitu Rp
5.000,-/orang sedangkan hari sabtu dan minggu atau weekend sebesar Rp 10.000,-/orang. Wah cukup terjangkau bukan
Sahabat Kampus?
Untuk menuju ke
Umbul Sidomukti dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun
mobil dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam dari arah Semarang. Bagi
Sahabat Kampus yang belum mahir menggunakan mobil untuk jalan berliku dan
menanjak, sebaiknya Sahabat Kampus menggunakan sopir dengan keahlian dan
kelincahan yang sangat bagus. Nah untuk Sahabat Kampus dengan kendaraan
bermotor harus berhati-hati dan memeriksa keadaan kendaraan terlebih dahulu sebelum
melakukan perjalanan ke Umbul Sidomukti terutama fungsi pada rem motor.
Semoga menjadi
referensi destinasi wisata alam bagi Sahabat Kampus semua ya!
Tahukah Sahabat dengan kuliner waffle? Ya, waffle merupakan makanan yang terbuat dari
adonan tepung terigu, telur, gula, susu yang dicetak menggunakan cetakan khusus
lalu akan menghasilkan bentuk dengan permukaan yang menyerupai telur. Khusus di
wilayah Semarang tepatnya di Jalan Kelud Raya No.86 sahabat dapat menemukan
kreasi waffle unik di Eggio Waffle Hongkong Style. Menu waffle yang paling banyak diminati oleh
pengunjung di sini adalah Brown Monster dan Berry Mania. Dalam satu porsi waffle,
terdapat varian rasa dan topping yang bisa sahabat pilih yakni topping es krim dengan aneka rasa seperti
coklat, vanilla, ataupun strawberry.
“Berry
mania kita kasih strawberry, rainbow meises, wafer, lalu kita kasih es krim
strawberry makanya dinamakan Berry Mania. Kalo
yang Brown monster juga sama semua coklat,” ujar Ferry Santoso pemilik
kedai Eggio Waffle Hongkong Style.
Tak
hanya diminati oleh anak kecil, Eggio Waffle Hongkong Style juga diminati oleh
orang dewasa. Karena rasanya yang lembut
dan manis dipadukan dengan teksturnya yang garing di luar dan kenyal saat
dimakan, menjadikan makanan ini digemari oleh banyak orang. Harga yang
ditawarkan untuk satu porsi waffle ini
berkisar antara lima belas hingga dua puluh ribu rupiah. NURUL HIDAYAH
Martabak manis dengan 6 topping premium ala Mama Cowboy
Siapa yang tidak suka martabak? Panganan yang berbahan baku tepung terigu dan telur ini
sangat digemari masyarakat Indonesia
dari berbagai kalangan. Umumnya, di Indonesia, dikenal dua jenis martabak. yaitu
martabak asin dan martabak manis. Namun dalam perkembangannya, martabak kini dapat
dikreasikan dengan berbagai rasa dan tekstur. Nah, hal itu pula yang dilakukan
oleh Didit, Zak dan Oni, tiga pendiri kafe Mama Cowboy. Kafe yang terletak di Jl.
Prof.soedharto No.168 ini, menyajikan aneka kreasi martabak dengan berbagai
pilihan topping premium.
“Dinamain Mama Cowboy karena Mama itu singkatan dari
martabak manis. Ide awalnya ini ketika kok
di Semarang ini gak ada makanan yang kekinian gitu istilahnya, terus saya dan
mas Didit berpikir kenapa kita gak buat kayak yang di Jakarta atau di Surabaya”,
ujar Oni.
Martabak asin dengan isian daging dan keju mozarella ala Mama Cowboy
Untuk martabak asin, ada berbagai isian yang dapat sahabat
kampus coba, seperti daging , udang dan kornet dengan pilihan topping
mozarella. Sedangkan untuk martabak manis, sahabat kampus dapat memilih aneka
topping premium sesuai selera seperti green tea, keju, coklat putih dan
biskuit.
Nah,
dengan harga Rp12-50 ribu saja sahabat kampus sudah dapat mencicipi aneka kreasi martabak di Mama Cowboy!
Siapa sih yang tidak menyukai durian? Durian
si raja buah memiliki kelezaatan tersendiri bagi pecintanya. Tidak hanya memiliki
aroma yang khas, namun juga rasanya yang nikmat. Jika biasanya durian dinikmati
secara langsung setelah dikupas, kali ini tim Nuansa Kampus akan menyajikan liputan
kuliner olahan dessert dari si raja buah.
Sebuah kedai Sup Durian Medan Semanggi yang
terletak di kawasan Semarang, tepatnya di jalan Wotgandul Timur No.19
menyajikan Dessert yang berbahan
dasar durian segar. Dessert durian
segar ini merupakan inisiatif dari Michelle Kristianti, sang owner, karena kecintaannya pada
buah durian.
“Saya
suka durian, terus sempet ke Bogor beli sup durian. Nah dari situ saya berpikir, bagaimana saya bisa menikmati durian
dengan cara yang berbeda” ujar Michelle owner
dari Durian Semanggi.
Es durian dan sup durian menjadi menu
favorit pengungjung di kedai ini. Es durian dan sup durian d bedakan dari cara
penyajiannya. Es durian disajikan dengan es serut yang menambah kesegaran buah
durian dan disajikan
dengan kelapa muda atau tape, sedangkan sup durian disajikan dari daging buah durian segar yang telah dimasak
sebelumnya untuk mengurangi aromanya yang begitu kuat. Nah, menariknya lagi dari
es durian original dan sup durian disajikan dengan varian topping seperti oreo,
strawberry, keju dan banyak pilihan topping lainnya.
Kedai ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul
11.00-21.00 WIB. Harganya pun cukup, terjangkau, yaitu berkisar Rp. 10.000.00 – Rp. 30.000.00.
Suasana di Social Canteen Cafe, Sabtu (29/10/2016).
Nongkrong alias kongkow di kafe menjadi tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari kaum
muda. Nongkrong bagi sebagian mahasiswa biasanya diisi dengan pembahasan tugas kuliah diskusi. Nah, buat sahabat kampus yang ingin mencari kafe
dan angkringan dengan suasana santai dan menu makan yang bervariatif, Social
Canteen ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.
Kafe
yang baru saja soft opening di jalan
Setiabudi No.75 Tembalang Semarang ini, mengusung tema angkringan yang berpadu
dengan background. Menurut pemilik
Social Canteen, Maria, konsep cafe memang dibuat sederhana dan ramah di kantong
mahasiswa.
“Dari
awal konsep yang ingin di bangun memang kafe yang sederhana. Saya gak mau
menonjolkan kemewahan sebab takutnya orang takut untuk datang karena terkesan kafe
yang mewah dan mahal.” ungkap Maria.
Buka
dari pukul 17.00-12.00 WIB, kafe ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik
mahasiswa atau kalangan umum.
Beragam
menu disajikan disini mulai dari nasi bakar, gorengan, nasi kucing, bakso, siomay hingga martabak
manis dan mozarella. Untuk menu andalannya, Social Canteen menyuguhkan martabak
manis sepuluh rasa dengan aneka toping premium seperti coklat, matcha, red velvet dan masih banyak lagi!
“Tempat disini tuh nyaman banget buat ngobrol santai sambil ngerjain tugas. Apalagi menu makanannnya juga banyak, jadi gak bingung mau makan apa. Gak kapok deh” kata Eni, pengunjung Social Canteen.
Dengan
harga Rp5rb-20rb rupiah saja, sahabat kampus sudah dapat kongkow bareng
teman-teman sambil menikmati beragam menu yang disajikan di Social Canteen. Harga
yang sangat bersahabat bukan?